Tugas Managemen Strategi

Managemen Strategi

PT. Enseval Putera Megatrading

 

 

Latar Belakang Perusahaan

Sejarah Perusahaan

PT. Enseval Putera Megatrading Tbk didirikan pada bulan Oktober 1973, sebagai akibat dari pemisahan fungsi distribusi dari pemasaran dan produksi PT Kalbe Farma bersama anak perusahaan. Dalam perkembangannya PT. Enseval Putera Megatrading Tbk juga berkembang menjadi distributor umum, tidak saja menjadi distributor produk – produk farmasi saja tapi juga mencakup produk keperluan konsumen, alat-alat kedokteran bahkan agen dan distributor bahan-bahan dasar kimia untuk industri farmasi, kosmetik dan industri makanan. Sejalan dengan perkembangan ekonomi Indonesia PT. Enseval Putera Megatrading Tbk juga melakukan diversifikasi ke berbagai usaha di luar bidang perdagangan dan distribusi.

Ketika manajemen mengambil kebijaksanaan untuk kembali ke bidang usaha inti pada tahun 1993, maka semua kegiatan usaha perdagangan dan distribusi dipindahkan ke PT Arya Gupta Cempaka suatu perseroan yang didirikan pada tahun 1988 yang selanjutnya pada tanggal 6 Agustus 1993 berganti nama menjadi PT Enseval Putera Megatrading Tbk.

  • Surat Izin Usaha Perdagangan : 00318/1.824.271
  • Nomor Pokok Wajib Pajak : 01.342.572.3-054.0000

Pada tanggal 1 Agustus 1994 perusahaan tercatat di Bursa Efek Jakarta sebagai PT. Enseval Putera Megatrading Tbk.

Kegiatan PT. Enseval Putera Megatrading Tbk difokuskan pada jasa distribusi dan perdagangan, yang terdiri atas empat divisi, yaitu:

  • Divisi penjualan dan distribusi produk farmasi
  • Divisi penjualan dan distribusi produk barang konsumsi, obat bebas dan nutrisi.
  • Divisi pemasaran dan distribusi produk peralatan, perlengkapan kesehatan.
  • Divisi pemasaran dan penjualan produk kimia bahan baku industri farmasi, kosmetik, makanan dan kesehatan hewan

 

Sejak Juni 2002, PT. Enseval Putera Megatrading Tbk memiliki 41 cabang di ibukota provinsi dan kota kabupaten di seluruh Indonesia yang telah beroperasi penuh. Cabang-cabang yang ada tersebar dari Banda Aceh sampai ke Jayapura. PT. Enseval Putera Megatrading Tbk juga memiliki infrastruktur yang memadai guna menunjang kelancaran operasional logistik yaitu dua Regional Distribution Center berupa fasilitas gudang besar yang berada di Jakarta dan Surabaya. Masing-masing cabang memiliki gudang dan armada pengiriman serta personil lengkap guna menunjang kegiatan operasional dan keperluan pihak pemasok (Prinsipal) dan Pelanggan (Outlet).

 

Pada saat ini PT. Enseval Putera Megatrading Tbk mempunyai lebih dari 100 pemasok (Prinsipal) dan melayani secara langsung lebih dari 200.000 outlet di seluruh Indonesia. Sampai dengan tahun 2008, PT. Enseval Putera Megatrading Tbk mempunyai lima anak perusahaan yaitu:

• PT Tri Sapta Jaya

• PT Millenia Dharma Insani

• PT Enseval Medika Prima

• PT Global Chemindo Megatrading

• PT Renalmed Tiara Utama

 

PT Tri Sapta Jaya yang juga bergerak di bidang usaha distribusi produk farmasi dan kesehatan akan berfokus untuk memperluas jaringan distribusi farmasi ke pasar bawah dan juga lebih menjangkau daerah-daerah yang terpencil.

 

PT Millenia Dharma Insani didirikan pada tahun 2003, dikembangkan dari hanya bisnis apotik menjadi klinik dengan nama Mitrasana. Klinik Mitrasana menyediakan fasilitas kesehatan yang ekonomis dan terintegrasi yang meliputi praktek dokter, farmasi, laboratorium dan mini market (4-in-1). Dengan visi menjadi klinik pilihan keluarga Indonesia dengan pelayanan prima dan harga terjangkau, Klinik Mitrasana ini kini telah menambah jumlah klinik menjadi empat buah di tahun 2008 di area Cikarang dan Bekasi sekitar 60 km dari Jakarta.

 

Selanjutnya, dengan tujuan untuk melakukan perluasan atau ekstensifikasi usaha di bidang pemasaran dan perdagangan alat kesehatan, maka pada bulan November 2007, didirikan anak perusahaan yaitu PT Enseval Medika Prima yang kini sudah mulai beroperasi secara resmi pada bulan Oktober 2008. PT Enseval Medika Prima bergerak di bidang pemasaran alat kesehatan dan diagnostik secara lebih fokus.

 

PT Global Chemindo Megatrading yang juga didirikan pada November 2007 merupakan anak perusahaan yang bergerak di bidang bahan baku akan terus berfokus pada penjualan bahan baku baik ke pelanggan dalam grup maupun non grup. PT Global Chemindo Megatrading kini sudah memulai kegiatan usaha secara independen sejak bulan Oktober 2008.

 

Sebagai langkah diversifikasi jenis layanan dalam bidang kesehatan, PT. Enseval Putera Megatrading Tbk mendirikan anak perusahaan yaitu PT Renalmed Tiara Utama pada bulan Juli 2008 dan Perseroan melakukan akuisisi usaha penyediaan bahan-bahan dan mesin hemodialisa bagi pasien gagal ginjal ke rumah-rumah sakit dan klinik-klinik pada tanggal 27 Oktober 2008 dari pihak ketiga yang meliputi: kendaraan, mesin hemodialisa dan persediaan dimana sekaligus PT Renalmed Tiara Utama secara resmi memulai kegiatan usahanya di bulan yang sama.

 

Visi dan Misi Perusahaan

Berikut ini visi dan misi PT. Enseval Putera Megatrading TbkTbk adalah :

Visi :

Menjadi perusahaan jasa Distribusi dan logistic Yang terintegrasi  di bidang Kesehatan melalui penyediaan Layanan yang prima, Penggunaan teknologi dan Kepemimpinan yang kuat

 

Misi :

Meningkatkan kesehatan melalui penyediaan produk kesehatan.

 

Nilai Inti :

1. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan

2. Gigih untuk mencapai yang terbaik

3. Kerjasama yang kokoh

4. Inovasi

5. Lincah

6. Integritas

 

Tujuan

melakukan perluasan atau ekstensifikasi usaha di bidang pemasaran dan perdagangan alat kesehatan, maka pada bulan November 2007, didirikan anak perusahaan yaitu PT Enseval Medika Prima yang kini sudah mulai beroperasi secara resmi pada bulan Oktober 2008. PT Enseval Medika Prima bergerak di bidang pemasaran alat kesehatan dan diagnostik secara lebih fokus.

 

Strategi

  • Menyediakan pelayanan berdasarkan kebutuhan pelanggan dan produk melalui inovasi dan pelayanan pelanggan
  • Membuka cabang di Negara tertangga untuk memperluas pangsa pasar perusahaan
  • Mengoptimalkan manfaat teknologi informasi yang terpadu dan berdasarkan kebutuhan pasar
  • Memperkuat terbentuknya jaringan distribusi regional di ASEAN
  • Agresif dalam melakukan pemasaran dan menetapkan strategi harga, promosi untuk meningkatkan penjualan
  • Mengembangkan penjualan yang kreatif untuk mengupayakan penetrasi produk
  • Memperluas bisnis bahan baku dan alat kesehatan
  • Mengembangkan diferensiasi produk dan harga yang kompetitif
  • Mengefisienkan proses impor bahan baku untuk kebutuhan perusahaan farmasi
  • Pengembangan infrastruktur untuk memperluas jaringan distribusi

 

Analisis SWOT

Kinerja perusahaan dapat ditentukan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan melalui analisis SWOT.

A. Strength

1. Posisi market leader di Indonesia

PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmenduduki posisi sebagai market leader dalam usaha bisnis distribusi produk farmasi dan produk konsumsi kesehatan diIndonesia. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmemiliki jaringan distribusi yang luas yang menangani baik secara langsung maupun tidak langsung sekitar 1 juta outlet melalui 41 cabang yang memberikan pelayanan penuh dan prima

2. Kondisi keuangan yang kuat

Pendanaan menjadi salah satu kekuatan yang sangat menentukan sebuah perusahaan untuk dapat terus bersaing dan berkembang didalam persaingan dunia bisnis saat ini. Dalam hal ini, PT. Enseval Putera Megatrading Tbkdidukung dengan kondisi keuangan yang kuat. Total laba penjualan dan operasi telah berkembang rata – rata sekitar 13.6% dan 11.5% dari tahun 2003 – 2007. Hal ini menciptakan posisi balance sheet dan net cash yang mencapai sekitar 240 miliar rupiah per

tanggal 30 September 2008.

3. Tim managemen yang berpengalaman

Rata – rata senior manajemen yang ada pada PT. Enseval Putera Megatrading Tbktelah berpengalaman selama 15 tahun di dunia farmasi yaitu dalam perusahaan Kalbe dan Enseval, untuk menyediakan strategy perusahaan yang berkelanjutan. Pengalaman rata – rata yang dimiliki selama 15 tahun ini mendukung perusahaan dalam menjual dan mendistribusikan produk konsumsi kesehatan dan farmasi.

4. Kualitas produk yang baik dan banyaknya variasi produk (one stop shopping)

PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmemiliki keunggulan secara kualitas untuk semua kategori produknya dan memiliki banyak variasi produk. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmendistribusikan produk Kalbe Group yang mencakup 10 merek obat bebas yang paling memimpin di pasar, merek terkemuka di pasar untuk suplemen dan nutrisi makanan, minuman energi paling memimpin di Indonesia, dan obat resep dokter lainnya. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkberusaha menyediakan berbagai variasi produk yang dapat dibeli oleh para pelanggannya dalam satu atap (one stop shopping).

5. Teknologi informasi perusahaan yang baik

PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmenerapkan solusi Enterprise Resource Planning (ERP) dalam perusahaannya yaitu Oracle e-Business Suite. Dengan adanya system ERP yang terintegrasi tersebut, PT. Enseval Putera Megatrading Tbkdapat mengetahui kondisi penjualan dan persediaan dari seluruh cabang di berbagai wilayah secara aktual dan diproses secara cepat untuk menghasilkan pelaporan yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan.

6. Infrastruktur perusahaan yang baik

Infrastuktur perusahaan yang baik sangat menunjang proses pendistribusian produk agar memenuhi komitmen utama kepada pelanggan untuk memperhatikan aspek ketepatan waktu dan pelayanan. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmemiliki sarana transportasi yang baik dan memadai untuk menangani pengiriman produk di dalam dan ke luar kota, cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta dua gedung Regional Distribution Center yang menjamin ketersediaan produk dan kualitas produk yang diberikan kepada pelanggan dalam kondisi yang baik

7. Memiliki kredibilitas dari banyak principal

Setiap tahunnya, PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmengadakan kerja sama dengan prinsipal baru untuk mendistribusikan  produknya. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmemperoleh kredibilitas dari banyak prinsipal karena pengalaman dan praktek pendistribusian yang baik. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmengimplementasikan standar Cara Disribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan. Perjanjian kerja sama PT. Enseval Putera Megatrading Tbkdengan prinsipal juga berdasarkan Standard Service Level (SSL) yang dimiliki perusahaan untuk setiap kategori produk yang diperoleh dari ketepatan waktu pengiriman produk atau disebut On Time Delivery (OTD).

 

B. Weakness

1. Saluran distribusi yang belum merata di wilayah Indonesia bagian Timur

PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmerupakan perusahaan distribusi farmasi yang besar dengan jumlah cabang yang banyak mencapai 41 cabang. Namun persebarannya lebih banyak di wilayah barat dan tengah. Untuk pendistribusian produk ke wilayah Indonesia Timur semuanya berasal dari Regional Distribution Center (RDC) yang berada di Surabaya.

2. Penetrasi beberapa kategori produk yang belum maksimal

Kategori produk yang didistribusikan PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmeliputi obat resep, obat bebas, barang konsumsi, bahan baku kimia dan alat kesehatan. Dari kelima kategori produk tersebut, hanya sebagian saja yang memberikan profit lebih besar dan mudah diserap oleh pasar. Kategori produk yang belum dirasakan cukup optimal adalah kategori bahan baku kimia dan alat

kesehatan yang memberikan kontsribusi penjualan kurang dari 10% dari total penjualan semua kategori produk.

3. Belum adanya integrasi sistem dengan prinsipal dan pelanggan

Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) oleh PT. Enseval Putera Megatrading Tbkdilakukan menjadi tiga fase. Fase pertama yaitu implementasi ERP dan Supply Planning yang merupakan fase perubahan, standardisasi dan konsolidasi. Fase kedua yaitu utilisasi dengan membangun aplikasi strategis penunjang bisnis perusahaan seperti business intelligence, performance management, security system, B2B dan beberapa aplikasi lain. Ketiga, yaitu fase integrasi dengan pelanggan dan prinsipal, yaitu menggunakan aplikasi customer relationship management yang akan dibangun dengan sistem terintegrasi dan advanced. Fase ketiga ini yang belum dimasuki oleh PT. Enseval Putera Megatrading.

4. Audit internal yang dibuat dengan semangat pengawasan dan bukan

pengembangan

Audit internal yang dilakukan dalam PT. Enseval Putera Megatrading Tbkdibuat dengan semangat pengawasan dan bukan pengembangan. Audit Internal yang dilakukan oleh Komite Audit berfungsi untuk memberikan pengawasan dan pengarahan yang diperlukan kepada Direksi PT. Enseval Putera Megatrading Tbkuntuk melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik. Dari sisi aspek operasional, Audit Internal melakukan kajian unit bisnis dan penunjang secara berkala, dengan penekanan pada kecukupan atas ketaatan terhadap sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen dan standar yang digunakan oleh perusahaan, serta memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam hal laporan keuangan, Audit Internal melakukan evaluasi terhadap standar akuntansi dan laporan keuangan

 

C. Opportunities

1. Besarnya pasar potensial

Besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang dapat dikembangkan. Indonesia memiliki populasi penduduk yang sangat besar mencapai 237 juta penduduk. Produk farmasi dan konsumsi kesehatan diharapkan mampu berkembang hingga 8-10% setiap tahun selama 2-3 tahun ke depan. Selain itu terdapat kesempatan untuk memperoleh produk baru dan prinsipal baru, serta pelanggan dan outlet yang baru.

2. Perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat

Saat ini teknologi telah berkembang dengan pesatnya, perkembangan teknologi ini dapat diterapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki. PT. Enseval Putera Megatrading Tbkpun ikut andil dalam mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang diterapkan di perusahaan dapat digunakan untuk mendukung meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan dalam bersaing serta dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan agar berjalan lebih efektif dan efisien.

3. Kebutuhan dasar masyarakat akan barang konsumsi dan kesehatan

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang selalu diprioritaskan oleh segenap masyarakat terutama dalam kondisi badan kurang sehat. Apalagi saat ini semakin banyaknya penyakit baru yang muncul dan naiknya angka kesakitan, terutama akibat berkembangnya penyakit-penyakit degeneratif (seperti diabetes, hipertensi, jantung, liver, ginjal, kanker, asam urat) yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Selain obat – obatan, PT. Enseval Putera Megatrading Tbkjuga menyediakan produk konsumsi sehari – hari bagi masyarakat seperti susu dan nutrisi makanan.

4. Banyaknya prinsipal baru yang potensial

Peluang terciptanya kerjasama dengan prinsipal baru membawa kesempatan baru bagi PT. Enseval Putera Megatrading Tbkuntuk menjual dan memasarkan produk – produk baru yang lebih inovatif. Hal ini juga semakin memperluas variasi produk yang dimiliki oleh PT. Enseval Putera Megatrading Tbk sebagai perusahaan yang menyediakan one stop shopping sehingga membuat para pelanggannya tidak perlu repot-repot untuk memesan satu produk dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

5. Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi

Kondisi dan pola hidup masyarakat perkotaan pada khususnya saat ini juga turut memberikan peluang. Saat ini masyarakat semakin menyadari nilai dari kesehatan. Di tengah – tengah himpitan berbagai aktivitas dan kesibukan yang dijalani, membuat masyarakat semakin sulit untuk selalu menjaga kondisi kesehatan. Oleh karena itu untuk selalu senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan stamina, masyarakat perkotaan pada khususnya mengkonsumsi berbagai produk –

produk health care, seperti misalnya produk suplemen. Hal ini menciptakan tren baru bagi perusahaan distribusi.

 

D. Threats

1. Munculnya perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia

Diakui oleh PT. Enseval Putera Megatrading, ancaman yang dicemaskan oleh perusahaan adalah munculnya pesaing dari perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia. Hal ini akan memberikan dampak perusahaan kehilangan sebagian pelanggan-pelanggan potensialnya dan perusahaan akan kehilangan sebagian omzet penjualan serta pendapatan yang dimilikinya karena semakin banyak pesaing dalam industri ini maka akan semakin mempersempit gerak perusahaan untuk tumbuh serta semakin memperketat persaingan yang ada pada industri.

2. Fluktuasi nilai tukar mata uang asing

Hal lain yang berpotensi menjadi ancaman bagi perusahaan yang bergerak di dalam dunia distributor adalah kenyataan bahwa kurs mata uang Rupiah terhadap Dollar tidak stabil. Hal ini tentunya mempengaruhi kinerja keuangan PT. Enseval Putera Megatrading Tbkkarena salah satu anak perusahaannya mengimpor bahan baku dan alat – alat kesehatan dengan mata uang asing dan kemudian menjual dalam mata uang lokal. Fluktuasi nilai tukar mata uang asing membawa dampak yang kurang menguntungkan dan penurunan margin.

3. Masuknya era perdagangan bebas (AFTA)

Implementasi kebijakan AFTA juga mendatangkan ancaman bagi perusahaan distributor farmasi. Kebijakan pemerintah yang selama ini membuat industri farmasi di Indonesia terenakkan akan lambat laun terhapuskan. Iklim kompetisi akan berlangsung lebih ketat. Pasar AFTA penuh dengan berbagai persyaratan, seperti penerapan Good Distribution Practices (GDP) sesuai dengan standar organisasi kesehatan sedunia (WHO). Produk – produk farmasi akan lebih leluasa keluar masuk di antara negara – negara anggota ASEAN tanpa adanya barrier, baik tariff barrier maupun non-tariff barrier.

4. Munculnya produk pengganti

Keberadaan produk pengganti dekat akan meningkatkan kecenderungan pelanggan untuk beralih ke alternatif dalam menanggapi kenaikan harga. Selain itu muncul pula upaya meminimalisir penggunaan obat berbahan sintetik beralih ke bahan alam atau fitofarmaka. Kehadiran produk-produk sejenis tersebut akan mengancam posisi produk farmasi yang didistribusikan oleh PT. Enseval Putera Megatrading.

5. Kebijakan pemerintah dalam penetapan pajak bea cukai

Adanya kebijakan pemerintah mengenai penetapan pajak bea cukai untuk pajak ekspor yang tinggi dan seringkali fluktuatif sesuai dengan kondisi politik Indonesia dengan luar negeri menjadi kendala PT. Enseval Putera Megatrading Tbkmerupakan salah perusahaan distributor yang mengimpor produk dari luar negeri karena harus membayar pajak yang tinggi kepada pemerintah.

6. Pemerosotan daya beli masyarakat

Perekonomian Indonesia yang baru saja menghadapi krisis masih menyisakan dampak bagi semua perusahaan dan salah satunya adalah PT. Enseval Putera Megatrading Tbkyang dipengaruhi oleh berbagai variabel perekonomian di Indonesia seperti inflasi, suku bunga dan kebijakan-kebijakan dalam hal perekonomian yang telah ditetapkan oleh pemerintah yang seringkali fluktuatif dan mengikuti perkembangan stabilitas politik Indonesia yang labil. Jika keadaan ekonomi di Indonesia memburuk maka akan membawakan ancaman yang dihadapi oleh PT. Enseval Putera Megatrading Tbkseperti pemerosotan daya beli masyarakat.

 

­  Quesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

 Faktor strategis 

 

Nilai

 

Bobot

 

Rating

 

Skor

 

Posisi market leader di Indonesia 

4

0.17

3

0.51

Kondisi keuangan yang kuat 

3

0.13

3

0.39

Tim managemen yang berpengalaman 

3

0.13

3

0.39

Kualitas produk yang baik dan banyaknya variasi produk (one stop shopping) 

4

0.17

4

0.68

Teknologi informasi perusahaan yang baik 

3

0.13

3

0.39

Infrastruktur perusahaan yang baik 

3

0.13

2

0.26

Memiliki kredibilitas dari banyak principal 

3

0.13

2

0.26

 Total

 

23

 

0,99

 

20

 

2.88

Ukuran pembobotan :         

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

Ukuran Rating Kekuatan :

  • 1 = Sedikit kuat
  • 2 = Agak kuat
  • 3 = kuat
  • 4 = Sangat kuat

 

­  Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknes)

 Faktor strategis 

 

Nilai

 

Bobot

 

Rating

 

Skor

 

Saluran distribusi yang belum merata di wilayah Indonesia bagian Timur 

4

0.31

-4

-1.24

Penetrasi beberapa kategori produk yang belum maksimal 

3

0.23

-2

-0.46

Belum adanya integrasi system dengan principal dan pelanggan 

3

0.23

-2

-0.46

Audit internal yang dibuat dengan semangat pengawasan dan bukan pengembangan 

3

0.23

-1

-0.23

 Total

 

13

 

1

 

9

 

2.39

Ukuran pembobotan :         

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

Ukuran Rating Kelemahan :

  • 1 = Sedikit lemah
  • 2 = Agak lemah
  • 3 = lemah
  • 4 = Sangat lemah

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)

 Faktor strategis 

 

Nilai

 

Bobot

 

Rating

 

Skor

 

Besarnya pasar potensial 

4

0.24

3

0.71

Perkembangan teknologi informasi yang pesat 

3

0.18

3

0.53

Kebutuhan dasar masyarakat akan barang konsumsi dan kesehatan 

3

0.18

3

0.53

Banyaknya principal baru yang potensial 

4

0.24

2

0.47

Kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi 

3

0.18

3

0.53

 Total

 

17

 

1.00

 

14

 

2.76

Ukuran pembobotan :         

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

Ukuran Rating Peluang:

  • 1 = Sedikit peluang
  • 2 = Agak peluang
  • 3 = peluang
  • 4 = Sangat berpeluang

 

­  Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancamana (Threat)

 Faktor strategis 

 

Nilai

 

Bobot

 

Rating

 

Skor

 

Munculnya perusahaan asing yang membuka cabang di Indonesia 

4

0.21

-3

-0.63

Fluktuasi nilai tukar mata uang asing 

3

0.16

-2

-0.32

Masuknya era perdagangan bebas (AFTA) 

3

0.16

-2

-0.32

Munculnya produk pengganti 

3

0.16

-3

-0.48

Kebijakan pemerintah dalam penetapan pajak bea cukai 

3

0.16

-3

-0.48

Pemrosotan daya beli masyarakat 

3

0.16

-2

-0.32

 Total

 

19

 

1,01

 

-15

 

-2.55

Ukuran pembobotan :         

  • 1 = sedikit penting
  • 2 = Agak penting
  • 3 = penting
  • 4 = sangat penting

Ukuran Rating Ancaman :

  • 1 = Sedikit Mengancam
  • 2 = Agak Mengancama
  • 3 = Mengancam
  • 4 = Sangat Mengancam

 

Analisis Matriks SWOT

Dari perhitungan analisis internal dan analisis eksternal akan menghasilkan total skor sebagai berikut :

NO

ANALISA FAKTOR

TOTAL SKOR

1

Strength

2.88

2

Weakness

-2.39

3

Opportunity

2.76

4

Threat

-2.55

 

Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Koordinat  Analisis  Internal

(Skor  total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2

( 2,88 – 2,39 ) : 2

= 0,245

 

Koordinat  Analisis Eksternal

(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2

(2.76 – 2.55) : 2

= 0,105

 

Jadi  titik koordinatnya terletak  pada ( 0,245 : 0,105 )

 

berikutnya, hasil koordinat tersebut disajikan pada diagram matrik swot untuk mengetahui posisi perusahaan

 

diagram matrix enseval

 

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal sumbu X dan sumbu Y maka posisi unit usaha diketahui pada kuadrat I. hasil dari perhitungan masing-masing kuadrat dapat digambarkan pada table sebagai berikut :

 

KUADRAT

POSISI TITIK

LUAS MATRIK

RANGKING

PRIORITAS STRATEGI

I

 

( 2.88 : 2.76 )

7.94

1

Growth

II

 

( 2.39 : 2.76 )

6.59

3

Stabilitas

III

 

( 2.39 : 2.55 )

6.09

4

Penciutan

IV

 

( 2.88 : 2.55 )

7.34

2

Kombinasi

Keterangan :

  • Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  • Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  • Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

Strategi Bisnis Unit

Tahapan berikutnya adalah menentukan alternatif strategi bisnis unit berdasarkan letak posisi kuadran. berdasarkan pada diagram matrik swot diatas, PT. Enseval Putera Megatrading Tbk terletak pada posisi Kuadran I. Masing-masing jenis strategi perkembangan bisnis unit dapat digambarkan pada Diagram Matrik Strategi Umum berikut ini:

 

Matrik-Strategi-Umum

 

Posisi PT. Enseval Putera Megatrading Tbk terletak pada kuadran I dan menggunakan berbagai strategi umum diantaranya :

1.     Pengembangan pasar (Market Development)

Yaitu, Memperkenalkan produk-produk yang sudah ada kedaerah pemasaran yang baru (pangsa pasar bertambah).

Prioritas

PT. Enseval Putera Megatrading mendirikan anak perusahaan PT Tri Sapta Jaya yang juga bergerak di bidang usaha distribusi produk farmasi dan kesehatan akan berfokus untuk memperluas jaringan distribusi farmasi ke pasar bawah dan juga lebih menjangkau daerah-daerah yang terpencil yang belum dijangkau oleh distribusi Enseval.

Faktor penentu keberhasilan

  • Armada transportasi sebagai sarana pendukung utama dalam bisnis distribusi
  • Menjaga ketersediaan produk dari waktu ke waktu dan tidak terpengaruh arus distribusi barang yang masih seringkali terhambat oleh berbagai faktor eksternal
  • Adanya SDM yang berkompeten dalam pendistribusian daerah terpencil
  • Tersedianya tanah, dan bangunan 

Output

  • Perluasan wilayah penjualan untuk mencapai meningkatkan penjualan.

Outcame

  • Meningkatnya laba perusahaan.
  • Produk Enseval menyebar di seluruh wilayah Indonesia

Impact

  • Enseval bertahan sebagai pemimpin pasar.
  • Brand perusahaan semakin kuat.

 

2.      Integrasi ke belakang (Backward Integration)

Mendapatkan kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas Pemasok (supplier)

Prioritas

PT. Enseval Putera Megatrading mendirikan anak perusahaan PT Global Chemindo Megatrading pada November 2007 yang bergerak di bidang bahan baku akan terus berfokus pada penjualan bahan baku baik ke pelanggan dalam grup maupun non grup. PT Global Chemindo Megatrading kini sudah memulai kegiatan usaha secara independen sejak bulan Oktober 2008.

Faktor Penentu Keberhasilan

  • kemampuan SDM atau pekerja dalam memprediksi dan membaca situasi dan keadaan pasar bahan baku baik di Indonesia maupun di dunia.
  • Tersedianya tanah, dan bangunan

Output

  • mempertahankan margin laba bersih yang berhasil dicapai
  • Kestabilan harga karena perusahaan dapat menekan biaya bahan baku

Outcame

  • Meningkatnya laba perusahaan.

Impact

  •  Enseval bertahan sebagai pemimpin pasar.

 

Analisi Strategi Porter’s Five Forces

 

porter

Ancaman pendatang baru

Kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1010 tahun 2008 melindungi industri farmasi lokal dengan mener apkan tidak memberi izin bagi perusahaan dist ributor obat  yang tidak memiliki pabrik di Indonesia. Hal ini mengakibatkan pesaing baru dari luar negeri yang tidak memiliki pabrik farmasi di Indonesia tidak dapat mendirikan perusahaan distributor di Indonesia.  Selain itu, krisis  ekonomi yang belum lama terjadi menjadikannya lebih beresiko, terutama bagi para pendatang baru yang tidak memiliki dukungan finansial yang kuat. Para pendatang baru yang para pemainnya kurang atau tidak profesional dan atau tidak memiliki dukungan finansial yang kuat terpaksa harus meninggalkan gelanggang.

Meskipun demikian, kekuatan distributor farmasi asing terdapat pada kekuatan modal, jaringan global dan mampu bernegosiasi dengan para prinsipal farmasi di kawasan regional. Selain itu, dengan adanya Asean Free Trade Area (AFTA), obat-obatan dari ASEAN akan dengan mudah masuk ke negar a Indonesia. Perusahaan distributor farmasi di Indonesia harus siap menghadapi persaingan global karena akan memasuki era perdagangan bebas atau AFTA. Dari segi kualitas, produk impor cenderung memiliki kulitas yang lebih baik karena penggunaan teknologi canggih dalam proses produksi. Hal tersebut mengakibatkan har ga produk impor cenderung lebih mahal daripada produk lokal.  Melihat agresifnya perusahaan distributor asing dalam merebut  segmen pasar yang telah menjadi sumber penghasilan perusahaan distributor lokal, hal ini akan menimbulkan tantangan bagi perusahaan untuk mampu bertahan dan bersaing.  Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa ancaman pendatang baru cukup tinggi terhadap dampak bagi perusahaan PT. Enseval Putera Megatrading.

 

Persaingan diantara pesaing yang ada

Menurut data yang dihimpun oleh Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi tahun 2008 menyebutkan jumlah perusahaan distributor farmasi mencapai 2.250 perusahaan dengan jumlah retailer sekitar  5.695 apotek dan 5.513 toko obat besar dan kecil. Namun yang bisa dikategorikan sebagai distributor besar hanya sekitar 15 perusahaan sedangkan sisanya hanya pedagang. Hal ini menyebabkan ketatnya persaingan obat dan aturan pendistribusian obat.

Persaingan industri farmasi juga harus memperhatikan strategi – strategi baru yang dijalankan oleh perusahaan – perusahaan lain. Misalnya akuisisi perusahaan distributor asing pada perusahaan distributor lokal. Perusahaan distributor lokal yang diakuisisi tentunya akan menerima bantuan, tidak hanya modal,  tapi juga pengetahuan dari pasar luar, yang dapat menjadi competitive advantage tersendiri bagi perusahaan tersebut.

Di lain sisi, untuk mampu bertahan dalam persaingan industri distribusi farmasi,  peraturan ketat diterapkan oleh pemerintah bahwa perusahaan distributor farmasi harus  mengimplementasikan standar Cara Disribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan aturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada tingkat global, perusahaan distributor farmasi juga harus mener apkan Good Distribution Practices (GDP) sesuai dengan standar organisasi kesehatan sedunia (WHO). Bagi perusahaan yang tidak mampu mengimplement asikan cara d ist ribusi obat  yang baik t ersebut , akan tersingkir  dengan sendirinya dari persaingan dikarenakan tidak efisiennya biaya operasional pendistribusian dan penyimpanan obat. Oleh karena itu, dampak persaingan di antara pesaing yang ada dikategorikan tinggi terhadap perusahaan.

 

Ancaman produk substitusi

Krisis Indonesia telah mendorong kemunculan obatan-obatan alternatif tradisional yang biasanya diramu sendiri oleh pemakainya. Obat-obatan jenis ini telah memasuki pasar obat-obatan modern / barat. Mereka yang tak sanggup membeli obat-obatan dengan harga tinggi, bahkan obat-obatan tanpa merek, mengalihkan perhatiannya kepada obat – obatan tradisional seperti jamu dan obat Cina. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Gabungan Pengusaha Farmasi tahun 2001, obat-obatan tradisional saat ini diyakini telah menguasai sekitar 45% pasar obat-obatan dari sekitar 20% ketika krisis  belum terj adi. Pergeseran kearah obat -obat an tradisional tampaknya terjadi pada kelompok konsumen kelas bawah.

Pada sisi lain munculnya gerakan ”Kembali ke Alam” ( Back to Nature ),  berimbas juga pada upaya meminimalisir penggunaan obat berbahan sintetik beralih ke bahan alam at au fit ofarmaka. Berdasarkan h asil survey majalah SWA y and dilaporkan WHO, pada tahun 2008 tidak kurang dari 75 persen penduduk dunia mulai lebih banyak menggunakan obat-obatan fitofarmaka yang disebut sebagai healing herbs . Namun demikian, peluang terjadinya ancaman produk subtitusi dapat dikategorikan rendah karena obat – obatan tradisional tidak dapat menggantikan keseluruhan fungsi obat – obatan kimiawi sehingga obat  – obat an kimiawi akan tetap menjadi prioritas utama konsumsi pasar. Misalnya untuk penyakit-penyakit berbahaya yang butuh penanganan khusus seperti kanker justru memerlukan obat impor yang harganya mahal.

 

Kekuatan tawar menawar pembeli

Setelah krisis, masyarakat telah mulai menjadi sangat sadar harga. Pedagang obat  tradisional tak resmi telah mengambil banyak manfaat melalui penyediaan produk obat -obatan di tokonya. Apotik yang pada mulanya menyerap 65% dari total penjualan obat resep cenderung meningkatkan kualitas kepuasan pelanggan mereka. Bagaimana pun, 3.500 Toko Obat (biasanya menjual obat bebas atau OTC, jamu dan obat-obatan tradisional l ainnya, obat  Cina, dan terkadang juga menjual obat  resep secara ilegal) telah banyak mengambil manfaat dari pasar apotik. Produk-produk “kelas bawah” ini disediakan untuk melayani konsumen yang berasal dari kalangan menengah bawah dan yang sensitif terhadap perubahan harga. Kelompok konsumen ini biasanya lebih suka memaksimalkan keberadaan toko obat atau jamu yang sanggup menawarkan produknya dengan harga sekitar 20% sampai 30% lebih rendah dari apotik.

Dari sisi pembeli, konsumen akan cenderung untuk ber geser  ke produk barang dan jasa ‘kelas dua’ yang biasanya lebih mur ah dan lebih terjangkau har ganya. Dalam persoalan industri farmasi / obat di Indonesia, pergeseran termaksud akan terjadi pada produk obat-obatan kimia, khususnya yang berasal dari obat dengan cap dagang asli dan obat generik yang bercap dagang ( mencapai sekitar 80% dari nilai penjualan obat resep), menuju produk obat-obatan kimia yang tak bermerek atau menuju obat -obat an tradisional seperti obat Cina atau jamu. Berdasarkan hasil survey Departemen Kesehatan pada tahun 2008, pergeseran dari obat bermerek (baik asli maupun generik) menuju obat-obatan generik tak bermerek membumbung tinggi dari sekedar 6% menjadi sekitar  20%. Para ahli percaya bahwa selama krisis pergeseran dari pola konsumsi obat-obatan kimia menuju obat -obat an tradisional telah pula mengubah dinamika struktur industri ini, yaitu 55% obat  kimia berbanding 45% obat  tradisional.  Oleh k arena itu, perusahaan mempunyai posisi yang lebih lemah dari pada pembeli karena pembeli dapat berpaling ke perusahaan atau obat lain dengan mudah.

 

Kekuatan tawar menawar pemasok

Kondisi industri farmasi nasional sekarang ini terasa sangat timpang. Dengan hanya 198 pabrik obat, sedangkan jumlah distributornya  terdapat sebanyak 2.250, yang berarti satu pabrik obat rata-rata berhadapan dengan 11 distributor. Ketimpangan tersebut bagaikan sebuah piramid terbalik, dimana untuk mencapai economic of scale atau efisiensi, seharusnya jumlah distributor nasional jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah pabriknya. Dengan begitu, akan diperoleh rasio dimana satu distributor obat dapat melayani puluhan pabrik, tidak seperti sekarang ini dimana satu pabrik obat dilayani oleh beber apa puluh distributor. Kondisi ini pula yang justru menjadikan perusahaan distributor lokal, terutama yang tidak memiliki bentuk kerjasama, misalnya sebagai distributor tunggal atau sub distributor, tidak lagi mampu bersaing.  Ketidakseimbangan ini semakin mendorong tidak efisiennya biaya operasional pendistribusian obat. Kecilnya volume yang didistribusikan oleh satu perusahaan, bukan saja tidak efisien, juga tidak ekonomis, sehingga tidak dapat bersaing secara baik.

Berdasarkan regulasi pemerintah, setiap pabrik obat dalam mendistribusikan produk obatnya harus menggunakan jalur perusahaan distributor farmasi Menurut Departemen Kesehatan, dari 198 perusahaan farmasi, sekitar 60 pabrik obat menguasai lebih dar i 80% total pasar, sedangkan 20% sisanya diperebutkan oleh 140 parik obat lainnya. Dari jumlah itu perbandingan antara perusahaan lokal dan multinasional masih 60 berbanding 40. Gambaran ini menunjukkan betapa lemahnya persaingan industri farmasi di Indonesia, termasuk lemahnya economic of scale distributornya, sehingga tak heran bila har ga obat di Indonesia bisa begitu melangit. Dari situasi ini, dapat disimpulkan bahwa perusahaan distributor obat memiliki posisi yang lebih lemah daripada produsen obat farmasi.

 

Value Chain model M.Porter

 

value chan

Inbound Logistic

PT. Enseval Putera Megatrading memiliki beber apa jenis produk yang diterima dan disimpan dari supplier, yaitu obat resep, obat bebas, barang konsumsi, bahan baku kimia dan alat kesehatan. Masing –  masing jenis barang tersebut  diangkut  dari  produsen dan disimpan ke dalam gudang dengan penanganan yang berbeda. PT. Enseval Putera Megatrading memiliki dua Regional Distribution Center ( RDC ) berupa gudang besar yaitu RDC Jakarta dan RDC Surabaya dan juga gudang penyimpanan bahan baku di Jakarta.

Kedua RDC ini telah dilengkapi dengan sistem informasi dan teknologi yang menggunakan Oracle Warehouse Management System dilengkapi dengan barcode yang mampu mencatat setiap pergerakan barang berdasarkan unit  persediaan, jumlah barang, nomor lot dan tanggal kadaluarsa dari produk-produk.

RDC Jakarta mendistribusikan barang ke cabang-cabang antara lain: Jakarta, Medan, Padang,  Palembang, Bandung, Pontianak, semarang, Lampung,  Pekan Baru, Banda Aceh,  Yogyakarta, Jambi,  Cirebon, Tegal, Tasik, Bekasi, Purwokerto, Batam, Solo, Pematang Siantar, Pangkal Pinang dan Tangerang. Adapun jalur distribusi RDCSurabaya ialah : Surabaya, Denpasar, Makassar Manado, Banjarmasin, Samar inda, Palu, Jayapura, Kupang, Malang, Jember, Balikpapan, Mataram dan Kediri. RDC Jakarta dan Surabaya telah dapat mendapat sertifikasi ISO 9001:2000.

Dalam proses pengadaan barang, PT. Enseval Putera Megatrading juga harus memperhatikan transportasi dari pemasok dan inventaris yang diterima. PT. Enseval Putera Megatrading juga melakukan Supply Chain Planning untuk menjaga persediaan barang perusahaan tetap optimal dan mencukupi pemesanan pelanggan.

 

Operation

PT. Enseval Putera Megatrading perlu mengelola setiap pesanan yang dilakukan secara terintegrasi. Pengelolaan pemesanan dilakukan untuk memastikan proses order dilakukan dengan cepat dan tepat tanpa ada kesalahan data pemesanan. Data pemesanan ini akan digunakan untuk perencanaan permintaan dan prediksi, mengkoordinasikan prediksi permintaan dari semua konsumen dan membagi prediksi dengan semua pemasok. Hal ini akan menjaga pengendalian persediaan pada outlet yang telah menjadi pelanggan. Selain itu akan dilakukan pula perencanaan pengadaan, termasuk inventaris  yang ada sekarang dan prediksi permintaan, dalam kolaborasi dengan semua pemasok. Setelah proses pemesanan tentunya PT. Enseval Putera Megatrading perlu menangani proses pembayaran dan penagihan secara berkala.

Kegiatan utama operasional  PT. Enseval Putera Megatrading juga terletak pada perencanaan distribusi. Kegiatan ini meliputi perancangan jar ingan distribusi,  penjadwalan pengiriman, memonitor service level di tiap pusat distribusi. PT. Enseval Putera Megatrading membutuhkan perencanaan distribusi yang baik untuk memperoleh keuntungan dan per gerakan persediaan yang baik melalui jalur  distribusi yang komplek.  Perencanaan ini mengintegrasikan secara efisien principal, outlet, gudang (warehouses),  dan penyimpanan (stores), dengan demikian produk dapat di distribusikan dengan kuantitas yang benar, untuk lokasi yang benar dan waktu yang benar. Membangun jaringan distribusi yang baik serta pengelolaan transportasi yang digunakan penting untuk mencapai efisiensi aktivitas dan biaya seluruh sistem.

Selain itu PT. Enseval Putera Megatrading juga perlu melakukan pengelolaan kualitas dan mutu produk. Jaminan mutu juga merupakan serangkaian mata rantai panjang yang harus dikelola dengan baik karena mutu barang jadi ditentukan tidak hanya oleh proses produksi tetapi juga oleh mutu bahan mentahnya dan mutu keamanan dalam pengirimannya.

 

Outbound Logistic

PT. Enseval Putera Megatrading memiliki 41 cabang di seluruh Indonesia serta 23 cabang untuk anak perusahaan. Hal ini bertujuan untuk menjangkau setiap daerah dan memberikan proses pengiriman produk secara tepat  waktu. Masing-masing cabang memiliki gudang dan armada pengir iman dan transportasi serta personil lengkap guna menunjang kegiatan operasional dan keperluan pihak pemasok (prinsipal) dan konsumen (outlet).

PT. Enseval Putera Megatrading menyadari pentingnya pengiriman yang tepat waktu untuk obat-obat resep, vaksin dan obat untuk penyakit berbahaya demi keselamatan pasien. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen untuk memenuhi pengiriman tepat waktu untuk obat – obat resep. Di dalam kota, perusahaan berhasil memenuhi kebutuhan obat resep dan obat untuk penyakit berbahaya dalam jangka waktu kira-kira 4 jam dar i pesanan diterima, sedangkan di luar kota, saat ini perusahaan berusaha untuk memenuhi pesanan dalam jangka waktu 6 jam dari waktu pesanan diterima dan sampai dengan akhir tahun 2008, status pengiriman tepat (On Time Deliv ery) waktu obat resep di dalam kota telah berhasil mencapai 90%.

PT. Enseval Putera Megatrading mencapai prestasi yang membanggakan untuk distribusi produk obat bebas, yaitu Obat Batuk Komix dan juga Minuman Energi Extra Joss. Di tahun 2008, PT. Enseval Putera Megatrading memperoleh gelar  perusahaan dengan distribusi terbaik untuk kedua produk tersebut dari Majalah SWA. Disamping terus memperluas dan memperdalam jangkauan ke outlet,  PT. Enseval Putera Megatrading senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan, melalui:

  • Percepatan pengambilan pesanan oleh salesman yang menggunakan alat PDA
  • Pemenuhan pesanan secar a p enuh dan tepat waktu
  • Ketepatan sistem ‘First Expired First Serve’

 

Marketing dan Sales

PT. Enseval Putera Megatrading menjual produk secara lan gsung dan tidak langsung ke lebih dar i 1.000.000 outlet. Strategi penjualan yang dilakukan meliputi presentasi kepada calon pembeli seperti rumah sakit, klinik, outlet dan didukung dengan sistem penjualan yang telah saling terintegr asi antar cabang.  Selain itu, PT. Enseval Putera Megatrading juga menerapkan strategi mengir imkan langsung produk kepada konsumen. PT. Enseval Putera Megatrading menangani sebagian besar pasar farmasi dan rumah sakit, menangani 80% pasar consumer dan kesehatan. Untuk meningkatan pertumbuhan penjualan, PT. Enseval Putera Megatrading terus melalukan peningkatan program pemasaran dan promosi ke outletoutle t dan konsumen.

Pertumbuhan penjualan setiap tahunnya terus meningkat pertumbuhan penjualan bersih sebesar 16,1% mencapai Rp 7,39 triliun pada tahun 2008. Di samping itu, PT. Enseval Putera Megatrading berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 266,9 miliar  pada tahun 2008, atau tumbuh sebesar 15,2% jika dibandingkan dengan laba bersih tahun 2007 yang tercatat sebesar Rp 231,6 miliar. PT. Enseval Putera Megatrading telah mencapai kondisi bebas hutang sejak tahun 2007 dan terus mencapai peningkatan total aktiva dari Rp 2.094,4 miliar pada akhir tahun 2007 menjadi Rp 2.513,3 miliar pada akhir tahun 2008.

Kontribusi penjualan masing-masing divisi sampai pertengahan tahun 2009 adalah Divisi Obat Resep 29%, Divisi Obat Bebas 19,9% Divisi Barang Konsumsi 36,2%, Divisi Bahan Baku 8,2%, dan Divisi Alat Kesehatan 6,7%. Penjualan Divisi Farmasi masih didominasi oleh produk-produk Kalbe Group, sedangkan divisi bar ang konsumsi selain produk Kalbe Group, terdapat juga produk-produk dari pihak ketiga di luar Kalbe Group yaitu Kara Santan, L’oreal,  Mead Johnson dan Nivea. Sedangkan untuk divisi alat kesehatan PT. Enseval Putera Megatrading melakukan impor antara lain dari Itali,  Jerman,  Amerika, Per ancis, dan Jepang.  Begitu juga dengan divisi bahan baku yang melakukan impor dari Cina, India, Korea, Belanda, dan Jepang.

 

Service

PT. Enseval Putera Megatrading membangun pusat layanan konsumen yang diberi nama Enseval Customer Care (ECC). ECC ini merupakan media komunikasi (Call Center) kepada semua pelanggan.  Call  cen ter telah diimplementasikan di 30 cabang sejak Juni 2007. ECC memberikan informasi mengenai produk, bagaimana cara memesan, pembayaran, pengir iman barang dan informasi umum mengenai PT. Enseval Putera Megatrading dan kepedulian perusahaan. ECC difasilitasi oleh tim customer  service yang berpengalaman, yang mampu menyampaikan informasi secara tepat, sabar, dengan komunikasi y ang baik d an mampu secara menyeluruh melihat  kebutuhan pelanggan terpenuhi. Pelayanan ini diharapkan memberikan kepuasan kepada pelanggan dalam mencapai keberhasilan bersama.

Untuk pelayanan kesehatan masyarakat, PT. Enseval Putera Megatrading menyediakan Health care Service berupa klinik. Saat ini pelayanan ini telah dibuka di Cikarang, Bekasi dan Jakarta. Klinik ini memberikan pelayanan kesehatan yang prima dengan harga yang terjangkau.

PT. Enseval Putera Megat rading juga terus berusaha member ikan pelayanan yang terbaik untuk para prinsipal. Kini prinsipal dapat mengikuti perkembangan dan pencapaian penjualan dan informasi l ainnya secara onlin e dengan data yang selalu  diperbaharui setiap jam. Laporan y ang t elah t ersedia unt uk p rinsipal ant ara lain: ENI  (Enseval Net Info), EXI (Enseval Express Info), ERI (Enseval Raw Data Info). Laporan ini disediakan secara online sehingga prinsipal dapat memperoleh informasi kapan saja dengan data aktual.  

 

Infrastruktur

PT. Enseval Putera Megatrading menerapkan sistem balance scorecard untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian sistem, melakukan pengembangan performance management, serta perbaikan / peningkatan fasilitas / sarana kantor, gudang, logistik dan dist ribusi. Fasilitas yang telah dimiliki perusahaan antara lain 650 kendaraan pengangkutan, 400 sepeda motor, dan kapasitas gudang yang dapat menampung sekitar 59.000 palet. Hal ini bertujuan agar PT. Enseval Putera Megatrading mampu menjangkau secara langsung outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam rangka mengantisipasi resiko kerugian karena hal-hal yang tidak diinginkan, PT. Enseval Putera Megatrading telah mengasuransikan seluruh bangunan dan gudang, persediaan bar ang,  kendaraan, peralatan kantor dan peralatan gudang, baik yang ada di pusat maupun di seluruh cabang serta barang dalam perjalanan.

Untuk memastikan ketaatan pelaksanaan sistem prosedur dan peraturan perusahaan oleh seluruh bagian, maka PT. Enseval Putera Megatrading juga memiliki bagian Internal Audit yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur untuk melaksanakan fungsi audit internal ke seluruh bagian. Temuan-temuan audit menjadi bahan untuk dianalisa oleh Direksi dan juga Dewan Komisaris serta Komite Audit agar  dapat ditindaklanjuti untuk perbaikan ke depan.

Sebagai perusahaan dengan saham terbuka, PT. Enseval Putera Megatrading melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham beberapa kali setiap tahunnya serta melaporkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Laporan keuangan tersebut dilaporkan setiap triwulanan, semesteran dan tahunan. Berdasarkan laporan tahunan perusahaan tahun 2008,  berikut adalah komposisi shareholders perusahaan : PT Kalbe Farma Tbk. 58.2%,  publik 41.8%, dengan jumlah total saham mencapai 2,280,000,000 bagian.

 

Human Resource

Saat ini PT. Enseval Putera Megatrading memiliki 4.000 karyawan dengan 2000 karyawan bekerja pada bagian penjualan dan distribusi. PT. Enseval Putera Megatrading menerapkan sistem perekrutan karyawan untuk seleksi dan penempatan karyawan. Manusia adalah aset perusahaan yang p aling berharga, oleh karena pengembangan sumber daya manusia terus dilakukan dengan berbagai training t elah d iadakan dengan fasilitator baik yang di adakan oleh perusahaan sendiri, maupun dari pihak luar. Program  pengembangan ini diarahkan kepada individu dan secara t im, sehingga diharapkan  trainingtraining yang diber ikan dapat member ikan wawasan yang lebih luas pada manusia Enseval yang akhirnya dapat memberikan manfaat kepada semua stakeholders. Pada tahun 2009, PT. Enseval Putera Megatrading menerapkan program CONIM (Continuous Improvement) kepada semua karyawan, baik di pusat maupun di cabang.  Berbagai pelatihan juga diberikan untuk pengembangan karyawan melalui program pelatihan, seperti : Enseval Basic Salesman Training ( EBEST) untuk semua salesman di seluruh cabang, Enseval Managerial Skill (EMAS) untuk manajer dan supervisor, Enseval Service Excellen ce (ESE) dan Enseval Colle cting Skills (ECS) untuk para penagih tagihan dan 5R (Ringkas, Rapi, Rawat, Rajin, Resik ) untuk semua karyawan.

Selain program pelatihan, sumber daya manusia di PT. Enseval Putera Megatrading juga aktif berpartisipasi dalam seminar dan perlombaan. Pada Desember  2008, Tim Enseval ‘Super Box’  berpartisipasi dan memenangkan satu Peringkat Emas  dalam Konvensi Nasional TKMPN XII (Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional) yang diadakan di Bali. Untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerja karyawan, PT. Enseval Putera Megatrading juga memberikan kompensasi atas hasil kerja, serta promos dan reward  tertentu atas prestasi kerja karyawan.

 

Information Technology

PT. Enseval Putera Megatrading telah mengadakan perubahan dan pembenahan dalam sistem informasi dan teknologi dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada para prinsipal dan pelanggan. PT. Enseval Putera Megatrading menggunakan Oracle platform sebagai inti dari Teknologi Informasi yang digunakan dan dikembangkan ke seluruh cabang. PT. Enseval Putera Megatrading saat ini sudah mengunakan sistem ERP Oracle e-Busniness Suite yang mencakup Oracle Finance,  Order Management, Warehouse Management System, Demand Planning, Advance Supply Chain Planning dan Oracle Business Intellig ence. Oracl e Business Intell igence membuat penyajian informasi menjadi lebih cepat dan akurat. Sistem ini juga merupakan sist em yang sudah t erint egrasi secara menyeluruh dengan dat a real time online di 41 kantor cabang perusahaan. Informasi kini bisa didapatkan dalam hitungan  menit yang sangat membantu dalam pengambilan keputusan.

Untuk salesman, PT. Enseval Putera Megatrading menyediakan aplikasi mobile menggunakan PDA untuk mempercepat pengiriman barang. Aplikasi ini terus dilengkapi dengan fitur-fitur baru untuk meningkatkan efektifitas kerja salesman. Sebagai langkah efisiensi biaya telekomunikasi, PT. Enseval Putera Megatrading juga bekerja sama dengan Telkomsel untuk membuat komunitas telekomunikasi Enseval (Closed User Group).

PT. Enseval Putera Megatrading menyediakan jaringan komunikasi dengan intranet dan internet mendukung perusahaan untuk melakukan pertukaran informasi seperti melalui email, lotus notes workgroup dan website. Hal ini juga mendukung adanya Electronic Data Sharing.

 

Procurement 

Pada saat ini PT. Enseval Putera Megatrading mempunyai lebih dari 100 pemasok (prinsipal) dan melayani secara langsung lebih dar i 250,000 outlet di seluruh Indonesia. Selain itu setiap tahunnya PT. Enseval Putera Megatrading menjalin kerjasama baru dengan berbagai prinsipal baru. Sampai saat ini, PT. Enseval Putera Megat rading mempunyai lima an ak p erusahaan, y ait u : PT Tri Sapt a Jaya, PT Millenia Dharma Insani, PT Enseval Medika Prima, PT Global Chemindo Megatrading, PT Renalmed Tiara Utama. Masing – masing anak perusahaan berfokus pada divisi produk yang berbeda.

PT Tri Sapta Jaya berfokus pada produk farmasi, PT Enseval Medika Prima berfokus pada alat kesehatan, PT Global Chemindo Megatrading (GCM) berfokus pada bahan baku kimia, PT Renalmed Tiara Utama berfokus kepada penyediaan bahan-bahan  dan mesin hemodialisa bagi pasien gagal ginjal ke rumah sakit dan klinik serta PT  Millenia Dharma Insani berfokus pada pengembangan klinik.

Selain itu, untuk bertanggung-jawab membuat perencanaan pemenuhan permintaan pelanggan melalui pengembangan r encana strategis pemasokan produk atau jasa untuk jangka waktu pendek, menengah, dan panjang diperlukan sarana pendukung  Back-Office.  Perencanaan demand dan supply yang dibuat ini berdasarkan hasil dar i  pemantauan terhadap perilaku permintaan pelanggan yang telah dilakukan oleh tim  Front-Offic e. Output penting yang dihasilkan adalah strategi yang akan dipergunakan  untuk mensinkronisasikan antara perencanaan demand dan supply tersebut dengan karakteristik dari semua pemasok dan mitra bisnis perusahaan, agar selain efektif,  tingkat efisiensi tinggi juga dapat dicapai.

 

TABEL ANALISA PERSAINGAN PT. ENSEVAL DENGAN PESAING UTAMA

 PESAING

 

 

TABEL ANALISA PERSAINGAN ENSEVAL  DENGAN  PRODUK PENGGANTI

PENGGANTI

 

TABEL KEY  PERMORMANCE INDICATOR

 

kpi - Copy

Jawaban UAS SIA 2 (Tahap 1)

Berikut jawaban SIA 2 klik disini

TUGAS ETIKA BISNIS

TUGAS I

 

KASUS ETIKA PERIKLANAN

 

PENDAHULUAN

Didunia usaha khususnya perusahaan periklanan, secara kondisional iklan di maksudkan untuk memperkenalkan suatu produk kepada konsumen. Kerena itu iklan harus dibuat semenarik dan sedramatis mungkin sehingga mau tidak mau konsumen akan tertarik untuk memperhatikannya. Iklan merupakan suatu proses kerja yang sangat penting dalam menunjang performancesuatu perusahaan dihadapan masyarakat. Oleh karena itu untuk menghasilkan iklan yang sesuai dengan kepentingan perusahaan maka iklan harus dirancang secara matang dari proses assignment yang diberikan perusahaan, proses kreatifnya, proses produksi sampai pada proses pilihan waktu penayanngannya.

Hal yang menjadi sorotan masalah iklan adalah sejauh mana komitmen moral atau etika bisnis yang dimiliki perusahaan dalam mempertanggungjawabkan materi atau isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat produk dipasaran sangat banyak jumlahnya, dan pengetahuan konsumen tentang produk lebih banyak didapat dari informasi produsen.Dalam hal berbagai produk yang sejenis tidak mustahil produsen tertentu tergoda untuk memanipulasi informasi sehingga produknya mempunyai daya tarik yang lebih besar bagi para konsumen

 

Pengertian dan Definisi Iklan/Periklanan

Menurut kamus Istilah Periklanan Indonesia, iklan adalah pesan komunikasi dari produsen/pemberi jasa kepada calon konsumen di media yang pemasangannya dilakukan atas dasar pembayaran. Periklanan adalah proses pembuatan dan penyampaian pesan yang dibayar dan disampaikan melalui sarana media massa yang bertujuan memnujuk kosumen untuk melakukan tindakan membeli/mengubah perilakunya.

 

PEMBAHASAN

Contoh Kasus Iklan Adem Sari Ching Ku dengan Iklan Segar Dingin

Berikut link Video Iklan

Adem Sari : http://www.youtube.com/watch?v=ToIM3rGFjC0

Segar Dingin : http://www.youtube.com/watch?v=Pk3IJSdJQ24

 

Adem Sari Ching Ku

Setalah melihat video iklan Adem Sari Ching Ku dimana produk tersebut memberikan pernyataan bahwa produk tersebut adalah produk paling no 1 tetapi untuk penjualan di Indonesia tidak menampilkan data riset secara jelas. Dimana penggunaan data riset tersebut harus sudah memperoleh persetujuan atau verifikasi dari organisasi penyelenggara riset tersebut.

Sejauh yang saya ketahui, pada prinsipnya, sebuah tayangan  iklan di televisi (khususnya) harus patuh pada aturan-aturan perundang-undangan yang bersifat mengikat serta taat dan tunduk pada tata krama iklan yang sifatnya memang tidak mengikat. Dan produk Adem Sari Ching Ku ini menurut saya telah melakukan beberapa pelanggaran sbb:

I d. Tata Krama dan tata Cara Periklanan Indonesia Bab II B No. 1 Ayat a yang berbunyi: ”Iklan tidak boleh menyesatkan, antara lain dengan memberikan keterangan yang tidak benar, mengelabui dan memberikan janji yang berlebihan”.

f. SK Menkes No. 368, Pedoman Periklanan Obat Bebas, Bagian B No. 103 yang berbunyi: ”Iklan obat harus mencantumkan spot peringatan perhatian seperti pada ketentuan umum”

II a. Tata Krama dan tata Cara Periklanan Indonesia Bab B II B No. 3 Ayat a yang berbunyi: ”Iklan tidak boleh mengunakan kata-kata ”ter”, ”paling”, ”nomor satu” dan atau sejenisnya tanpa menjelaskan dalam hal apa keunggulannya itu dan harus dapat membuktikan sumber-sumber otentik pernyataan tersebut.

 

Segar Dingin.

Bandingkan dengan iklan Segar Dingin, disini bukannya saya lebih memihak Segar Dingin tetapi iklan untuk menarik perhatian konsumen yang di tayangkan tidak berlebihan. Dan menyebutkan secara rinci kandungan-kandungan apa saja di dalam minuman . Sehingga para konsumen bisa mengetahui manfaat yang di dapat tidak hanya berdasarkan dengan janji yang di berikan.

 

KESIMPULAN 

Jumlah perusahaan periklanan yang melakukan pelanggaran cukup banyak itu ada kemungkinan terjadi akibat tidak adanya sanksi yang tegas bagi pelanggar. Diakuinya, selama ini rambu-rambu periklanan hanya diatur dalam bentuk Etika Periklanan Indonesia. “Mungkin karena belum ada aturan hukum yang jelas, pelanggaran tetap banyak.

 

SARAN

Harus adanya peraturan-peraturan yang jelas dan sangsi yang tegas bagi suatu perusahaan yang melanggar etika dalam bisnis, agar pelanggaran etika dapat di kurangi semaksimal mungkin dan tidak ada beberapa pihak yang dirugikan oleh iklan pesaing.

 

 

 

 

TUGAS II

IKLAN DI WILAYAH SURABAYA

 

Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup pesat, tentunya memiliki problematika tersendiri. Salah satunya adalah permasalahan dengan penataan reklame / iklan.Berikut ini adalah contoh – contoh reklame / iklan yang ada di wilayah Surabaya.

 

Reklame / Iklan di daerah  Sepanjang

Dimana satu atap bangunan digunakan oleh banyak reklame. Hal ini sangat berbahaya apalagi jika terkena ujan besar  dan tembok tempat menancapnya besi tidak kuat  bisa menyebabkan jatuhnya papan reklame.

Reklame / Iklan di daerah  Sepanjang

Kelihatannya tidak ada yang salah dengan iklan ini tetapi yang saya maksud disini adalah tata letaknya. Iklan rokok ini bersebelahan dengan wilayah pendidikan yaitu sekolah.

Reklame / Iklan di jalan area perumahan Manyar Kertoarjo, pertigaan Ngagel – Pucang, 
dan jalan Nyamplungan
Reklame / Iklan yang terpampang pada gambar-gambar tersebut di atas ini tidak dipasang atau diletakkan di tempat seharusnya. Kebanyakan di pasang di fasilitas umum, pepohonan.

Menurut saya beriklan di dinding adalah yang paling bagus. Selain tidak membahayakan/ tidak mengganggu juga semua orang bisa melihat dengan jelas. Dan pemilik bangunan juga tidak dirugikan karena tidak merusak bangunan.

 

JAWABAN UTS SIA 2

Berikut Jawaban saya UTS SIA 2 klik disini

 

Tugas Etika Bisnis

Pengertian Etika, Norma, Moral klik disini

Makalah Pelanggaran Etika Bisnis

Link tugas Etika Bisnis  klik  disini

TM 11 — Bu Santi

Nama Kelompok :
Nelatul Badria
Nunik Agus Wijayanti
Ririn Yuli S
Kemas A

Tugas TM 11

Audit Sistem Informasi berbasis Komputer

istilah sistem informasi menyiratkan penggunaan teknologi komputer dalam suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem informasi berbasis-komputer merupakansatu rangkaian perangkat lunak dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasi data menjadi informasi yang berguna.

ü  Pemrosesan Data

ü  Sistem informasi manajemen (SIM)

ü  Subsistem SIM Fungsional

ü  Sistem informasi

ü  Sistem informasi pemanukfakturan

ü  Sistem informasi sumber daya manusia

ü  Subsistem informasi

ü  Sistem Pendukung Keputusan

ü  Sistem Pakar

ü  Sistem Informasi Ekskutif

ü  Sistem Informasi Akuntansi

Adapun audit sistem informasi merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain
1.Traditional Auditing
Traditional Auditing memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pengendalian internal di sebuah sistem informasi.
2.Manajemen Sistem Informasi
Sebuah Information System Management akan menghasilkan cara-cara penerapan sistem informasi berbasis komputer pada perusahaan dengan lebih baik melalui tahap-tahap pengembangan sistem, seperti: analisis sistem, perancangan sistem, programming, testing, implementation dan kemudian operasional serta pemantauan dan evaluasinya.
3.Ilmu Komputer
Teknologi komputer yang berkembang pesat dengan munculnya e-commerce, e-business, dan sebagainya akan membawa pengaruh besar kepada perkembangan teknologi informasi. Perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu antara lain:

  • Kerugian akibat kehilangan data
  • Kerugian akibat kesalahan pemrosesan computer
  •  Pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah
  • Kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused)
  •  Nilai hardware, software dan personil sistem informasi

TUJUAN dan LINGKUP AUDIT SISTEM INFORMASI

  1. Conformance (Kesesuaian) –tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian.
  1. Performance (Kinerja) – tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja.

PERAN AUDITOR dan AKUNTAN

 Pemakaian auditor terus meningkat sebagai penasehat selama merancang pengembangan sistem. Auditor mungkin membantu dalam pemilihan ukuran keamanan dan kendali, menaksir cost, dan pengendalian keuntungan dan penentuan prosedur audit yang paling efektif.

DEFINISI AUDIT SISTEM INFORMASI

 suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait.

TIPE AUDIT

Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:

  • Internal auditor adalah karyawan yang pada umumnya melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan intern dan kecurangan audit.
  • Ekstenal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan.
  • Goverment auditor, melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan.
  •  Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara

JENIS-JENIS AUDIT

v  Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas dengan semua sumberdaya yang digunakan untuk melaksanakan tugas.

v  Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.

v  Project manajement and change control audit terkonsentrasi oleh efesiensi dan efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.

v  Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal

v  Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.

v  Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggungjawab.

Pertanyaan dan jawaban

  1. 1.      Apakah yang dimaksud audit system informasi berbasis computer?

Sistem informasi berbasis-komputer merupakansatu rangkaian perangkat lunak dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasi data menjadi informasi yang berguna

  1. 2.      Apa  tujuan audit system informas computer?jelaskan?

–          Conformance (kesesuaian) tujuannya untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian

–          Performance (kinerja) tujuannya untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja

  1. 3.      Apa yang membedakan anatara auditor dan akuntan?

–          Auditor ; terlibat dalam proses dan program audiit, sedangkan

–          Akuntan ; membantu auditor untuk mengevaluasi informasi yang dihasilkan dan mengendalikan kelemahan pada system

  1. 4.      Menurut anda apa yang dimaksud dengan defines audit system informasi?

Audit system informasi merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti yang independen untuk mengetahui apakah suatu system informasi tsb telah dapat digunakan

  1. 5.      Apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu system informasi telah dapat digunakan?

–           Asset yang dilindungi

–          Integritas dan ketersediaan system dan data yang terjaga

–          Informasi yang relevan dan handal

  1. 6.      Apa saja macam-macam audit yang sesuai dengan tipe perusahaan?

–          Operasional

–          Compliance

–          Pengembangan system

–          Internal control

–          Financial

–          Kecurangan audit

  1. 7.      Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan audit yang di list ?

–          Internal auditor

–          Eksternal auditor

–          Government auditor

–          Fraud auditor

  1. 8.      Apa saja tugas internal auditor dan eksternal auditor? Jelaskan?

–          Internal auditor : karyawan perusahaan itu sendiri yang bertugas melaksanakan compliance,operasional, pengembanagan system, pengawasan intern dan kecurangan audit

–          Eksternal auditor : adl akuntan public independen yang ditugaskan oleh perusahaan secara khusus melaksanakan audit keuangan

  1. 9.      Apa perbedaan tugas antara government auditor dengan fraud auditor? Jelaskan dan beri contoh?

–          Government auditor : mengaudit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan

Contohmya : pemriksaan bank milik pemerintah yang melaksanakan audit ,maka auditor yang ditugaskan adl auditor Negara yg umumnya melaksanakan audit daerah dan para peg pemerintah

–          Fraud auditor : menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara

Contohnya : perusahaan besar akuntan public,perusahaan asuransi

  1. 10.   Ada berapa jenis audit ?sebutkan?

–          Operation audit

–          Compliance audit

–          Project manajement and change control audit

–          Internal control audit

–          Financial audit , dan

–          Fraud audit

Sumber : Google

TM 9 — Bu Santi

Nama Kelompok :

  1. Nelatul Badria
  2. Nunik Agus Wijaya
  3. Ririn Yuli S
  4. Kemas

TM 9

PENGENDALIAN INTERNAL DAN SIA

 Pengendalian internal merupakan bagian integral dari sistem informasi akuntansi. Pengendalian internal itu sendiri adalah suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan. Adapun kriteria dari pengendalian internal yaitu :
a. Keandalan pelaporan keuangan
b. Efektivitas dan efisiensi operasi
c. Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
Dengan menetapkan serta menerapkan pengendalian internal maka perusahaan mampu mencapai tujuan dan meminimalkan resiko. Sebagai hasil dari ditetapkannnya pengendalaian internal dalam sisten informasi akuntansi adalah dihasilkannya informasi akuntansi yang berkualitas dan dapat di audit.

Sistem Pengendalian Internal
Sistem Pengendalian Internal adalah Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Tujuan adanya pengendalian internal :
1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian internal dapat dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Pengendalian Internal Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang   tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.
  2. Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

Unsur-Unsur Pengendalian Internal :

  1. Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.
    1. Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan saja, tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen.
    2. Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai.

Tujuan Sistem Pengendalian Internal
Pengendalian dalam suatu perusahaan merupakan sistem yang dapat membantu pemimpin perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, sehingga dapat diarahkan pada tingkat yang paling efisiensi dan efektif guna mencegah kecurangan, penyelewengan dan pemborosan . Penegndalian ini berfungsi apabila di dalamnya tercakup tujuan yang merupakan arah dalam pelaksanaan kegiatan.

Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi adalah kesatuan struktur-struktur dalam suatu entitas, seperti perusahaan bisnis yang mempekerjakan sumber-sumber daya fisik dan komponen-komponen lain untuk mentransformasikan data ekonomi menjadi informasi akuntansi yang berkualitas, dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan para pemakai informasi yang beraneka ragam.

Unsur – unsur Sistem Informasi Akuntansi :

  1.  Orang-orang yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan bervagai fungsi.
  2. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi yang dilibatkan dalam      mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
  3. Data tentang proses-proses bisnis organisasi
  4. oftware yang dipakai untuk memproses data organisasi
  5. Infrastuktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan.

Tujuan sistem informasi akuntansi

Dalam memenuhi kebutruhan informasi, baik untuk kebutuhan internal dan eksternal, sistem informasi akuntansi harus di disain sedemikian rupa sehingga memenuhi fungsinya. Demikian pula suatu sistem informasi akuntansi dalam memenuhi fungsinya harus mempunyai tujuan-tujuan yang dapat memeberikan pedoman kepada manajemen dalam melakukan tugasnya sehingga dapat menghasilakn inmformasi-informasi yang berguna, terutama dalam menunjang perencanaan dan pengendalian.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Yaitu untuk melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya, aktivitas bisnis yang dilaksanakan secara efesien dan sesuai dengan tujuan manajemen, serta sejalan dengan peraturan yang telah digariskan, me;lindungi dan menjaga aktiva organisasi termasuk data yang diberikan perusahaan.

Hubungan Sistem Pengendalian Internal dengan Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi ini dirancang sedemikian rupa oleh suatu perusahaan sehingga dapat memenuhi fungsinya yaitu menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya. Dalam suatu sistem informasi akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknya sistem informasi akuntansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal, karena informasi yang dihasilkannya akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan.

Pertanyaan dan Jawaban :

  1. 1.      Apa yg anda ketahui tentang Pengendalian Internal?

Pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan untuk dewan komisaris, manajemen, dan personil lain dalam perusahaan.

  1. 2.      Sebutkan 3 kriteria dari Pengendalian Internal?

1. Keandalan pelaporan keuangan
2. Efektivitas dan efisiensi operasi
3. Keputusan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku

  1. 3.      Di dalam Pengendalian Internal ada sebuah system yang disebut Sistem Pengendalian Internal. Jelaskan apa yg dimaksud Sistem Pengendalian Internal?

Sistem Pengendalian Internal adalah Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

  1. 4.      Sebutkan Tujuan Pengendalian Internal ?

1. Menjaga kekayaan organisasi.
2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
3. Mendorong efisiensi.
4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

  1. 5.      Sistem pengendalian internal dibagi menjadi 2 sebutkan dan jelaskan?
    1. 1.      Pengendalian Internal Akuntansi untuk mencegah terjadinya efisiensi yang tujuannya menjaga kekayaan Perusahaan dan memeriksa keakuratan data Akuntansi.
    2. Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.
  1. 6.      Sebutkan unsur-unsur Pengendalian Internal?
    1. 1.      Lingkungan Pengendalian.
    2. 2.      Sistem Akuntasi.
    3. 3.      Proses Pengendalian.
  1. 7.      Apa yang dimaksud Sistem Informasi akuntansi?

Sistem Informasi Akuntansi adalah kesatuan struktur-struktur dalam suatu entitas, seperti perusahaan bisnis yang mempekerjakan sumber-sumber daya fisik dan komponen-komponen lain untuk mentransformasikan data ekonomi menjadi informasi akuntansi yang berkualitas, dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhan para pemakai informasi yang beraneka ragam.

  1. 8.      Jelaskan tujuan Sistem Informasi Akuntansi?

Memberikan pedoman kepada manajemen dalam melakukan tugasnya sehingga dapat menghasilakn inmformasi-informasi yang berguna, terutama dalam menunjang perencanaan dan pengendalian.

  1. 9.      Apa fungsi Sistem Informasi Akuntansi?

Yaitu untuk melakukan pengawasan yang memadai untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan dapat dipercaya, aktivitas bisnis yang dilaksanakan secara efesien dan sesuai dengan tujuan manajemen.

  1. 10.  Jelaskan secara singkat apa hubungan Pengendalian Internal dengan Sistem Informasi Akuntansi?

Dalam suatu sistem informasi akuntansi terkandung unsur-unsur pengendalian, maka baik buruknya sistem informasi akuntansi sangat mempengaruhi fungsi manajemen dalam melakukan pengendalian internal, karena informasi yang dihasilkannya akan dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Dengan tujuan menghasilkan informasi akuntansi yang tepat waktu, relevan dan dapat dipercaya.

Sumber : Google

TM 8 — Bu Santi

Nama Kelompok:

  1. Nelatul Badria
  2. Nunik Agus Wijayanti
  3. Dwi Anggun KS
  4. Jacquelin CSK
  5. Fidia rahmawati
  6. Gladys Arunia Stal
  7. Dewi Putri Andriana

TM 8

PENIPUAN DAN PENGAMANAN KOMPUTER

 

Penipuan adalah sesuatu atau segala yang digunakan oleh seseorang untuk memperoleh keuntungan secara tidak adil terhadap orang lain. Tindakan curang meliputi kebohongan, penyembunyian kebenaran, muslihat, kelicikan, dan tindakan tersebut sering mencakup pelanggaran kepercayaan.

Pelaku penipuan sering disebut Penjahat Berkerah Putih (white collar criminals). Penipuan internal dapat dibedakan menjadi 2 kategori:

  1. Penggelapan aset atau penipuan pegawai.
  2. Penipuan pelaporan keuangan.

Berdasarkan karakteristik psikologis dan demografis sebab-sebab terjadinya penipuan ada 3 kelompok orang:

  1. Pelaku kejahatan kerah putih.
  2. Pelaku kejahatan kekerasan, dan
  3. Masyarakat umum

Para pelaku penipuan memiliki beberapa karakteristik umum. Sebagian besar dari mereka membelanjakan penghasilan tidak sahnya, bukan menginvestasikan atau menabungnya. Penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga kondisi yang biasanya terjadi sebelum terjadi penipuan antara lain:

  1. Tekanan/ motif yaitu motivasi seseorang untuk melakukan penipuan.
  2. Peluang adalah kondisi atau situasi yang memungkinkan seseorang untuk melakukan dan menutupi suatu tindakan yang tidak jujur.
  3. Rasionalisasi adalah pelaku penipuan yang mempunyai alasan rasionalisasi yang membuat mereka merasa perilaku yang ilegas tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Untuk mengurangi tindakan kemungkinan penipuan pada laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Bentuklah lingkungan organisasi yang memberikan konstribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan.
  • Identifikasi dan pahami faktor-faktor yang mendorong kearah penipuan laporan keuangan.
  • Nilai resiko dari penipuan pelaporan keuangan di dalam perusahaan.
  • Desain dan implementasikan pengendalian internal untuk menyediakan keyakinan yang memadai sehingga penipuan pelaporan keuangan dapat dicegah.

PENIPUAN KOMPUTER

Departemen kehakiman amerika serikat mengidentifikasikan penipuan komputer untuk melakukan tindakan awal penipuan, penyelidikan, atau pelaksanaannya.

Secara khusus penipuan komputer mencakup hal-hal berikut ini:

  1. Pencurian, penggunaan, akses, modifikasi, penyalinan dan perusakan software atau data secara tidak sah.
  2. Pencurian uang dengan mengubah catatan komputer atau pencurian waktu komputer
  3. Pencurian atau perusahaan hardware komputer
  4. Penggunaan atau konspirasi untuk menggunakan sumber daya komputer dalam melakukan tindakan pidana.
  5. Keinginan untuk secara ilegal mendapatkan informasi atau properti berwujud melalui penggunaan komputer.

KLASIFIKASI PENIPUAN KOMPUTER

Berbagai peneliti sudah menguji penipuan untuk menentukan jenis aset yang dipilih dan pendekatan yang digunakan. Seperti yang ditujukan gambar dibawah salah satu cara

 

Untuk menggolongkan penipuan komputer adalah dengan menggunakan model pemrosesan data:

  • Input

adalah cara yang paling umum dan paling sederhana, untuk melakukan penipuan adalah dengan mengubah input komputer, cara ini hanya memerlukan sedikit ketrampilan komputer.

  • Pemproses (processor)

Adalah peniupan komputer yang dapat dilakukan melalui penggunaan sistem tanpa diotorisasi yang meliputi: pencurian waktu dan jasa komputer.

  • Perintah komputer

Adalah penipuan komputer yang dapat dilakukan dengan cara merusak sofware yang memproses data perusahaan misalnya,

  1. Memodifikasi software
  2. Membuat kopi ilegal
  3. Menggunakannya tanpa otorisasi
  • Data

Adalah penipuan komputer yang dapat diawali dengan mengubah atau merusak file data perusahaan atau menyalin, menggunakan, mencari file-file data tersebut tanpa otorisasi.

  • Output

Adalah penipuan komputer yang dapat dilakukan dengan cara mencuri atau menyalahgunakan output sisstem yang biasanya ditampilkan pada layar atau dicetak di kertas.

PENIPUAN DAN TEKNIK PENYALAHGUNAAN KOMPUTER

Dalam beberapa tahun ini para pelaku penipuan telah menemukan berbagai metode untuk melakukan penipuan komputer.

Macam-macam tekhnik-tekhnik yang umum:

  1. Kuda troya (trojan horse)
  2. Tehnik pembulatan kebawah
  3. Tekhnik salami
  4. Pintu jebakan atau pintu belakang
  5. Serangan cepat
  6. Pembajakan sofware
  7. Mengacak data
  8. Kebocoran data
  9. Menyusup
  10. Penyamaran atau peniruan
  11. Rekayasa sosial
  12. Bom waktu logika
  13. Hacking atau cracking
  14. Pencarian
  15. Menguping
  16. Serangan penolakan pelayanan
  17. Terorisme internet
  18. Kesalahan informasi internet
  19. Penjebolan password
  20. Spamming

VIRUS KOMPUTER

Adalah segmen dari kode pelaksana yang meletakkan dirinya pada software.

MENCEGAH DAN MENDETEKSI PENIPUAN KOMPUTER

Membuat standart tertentu dapat secara signifikan mengurangi potensi terjadinya penipuan dan kerugian yang dapat dihasilkannya.

Membuat penipuan lebih jarang terjadi melalui cara sebagai berikut:

  1. Menggunakan cara-cara yang benar dalam mempekerjakan dan memecat pegawai.
  2. Mengatur para pegawai yang merasa tidak puas.
  3. Melatih para pegawai mengenai standart keamanan dan pencegahan terhadap penipuan.
  4. Mengolah dan menelusuri lisensi software
  5. Meminta menandatangai perjanjian kerahasiaan kerja, dst

Pertanyaan dan Jawaban

  1. 1.      Sebutkan pengertian dari penipuan?

Penipuan adalah sesuatu atau segala yang digunakan oleh seseorang untuk memperoleh keuntungan secara tidak adil terhadap orang lain

  1. 2.      Sebutkan kategori penipuan?

ü  Penggelapan aset atau penipuan pegawai.

ü  Penipuan pelaporan keuangan.

  1. 3.      Sebutkan karakteristik psikologis dan demografis sebab-sebab terjadinya penipuan:

ü  Pelaku kejahatan kerah putih.

ü  Pelaku kejahatan kekerasan, dan

ü  Masyarakat umum

  1. 4.      Sebutkan tindakan apa saja yang dilakukan utnuk mengurangi kemungkinan penipuan pada laporan keuangan?

ü  Bentuk lingkungan organisasi yang memberikan konstribusi terhadap integritas proses pelaporan keuangan.

ü  Identifikasi dan pahami faktor-faktor yang mendorong kearah penipuan laporan keuangan.

ü  Nilai resiko dari penipuan pelaporan keuangan di dalam perusahaan.

ü  Desain dan implementasikan pengendalian internal untuk menyediakan keyakinan yang memadai sehingga penipuan pelaporan keuangan dapat dicegah.

  1. 5.      Sebutkan secara khusus hal-hal penipuan komputer?

ü  Pencurian, penggunaan, akses, modifikasi, penyalinan dan perusakan software atau data secara tidak sah.

ü  Pencurian uang dengan mengubah catatan komputer atau pencurian waktu komputer

ü  Pencurian atau perusahaan hardware komputer

ü  Penggunaan atau konspirasi untuk menggunakan sumber daya komputer dalam melakukan tindakan pidana.

ü  Keinginan untuk secara ilegal mendapatkan informasi atau properti berwujud melalui penggunaan komputer

  1. 6.      Didalam penggolongan penipuan komputer selalu menggunakan model pemrosesan data. Sebutkan apa saja?

Input, pemrosesan, perintah, data, output

  1. 7.      Jelaskan soal no 6 ?

ü  Input

  • adalah cara yang paling umum dan paling sederhana, untuk melakukan penipuan adalah dengan mengubah input komputer, cara ini hanya memerlukan sedikit ketrampilan komputer.

ü  Pemproses (processor)

  • Adalah peniupan komputer yang dapat dilakukan melalui penggunaan sistem tanpa diotorisasi yang meliputi: pencurian waktu dan jasa komputer.

ü  Perintah komputer

  • Adalah penipuan komputer yang dapat dilakukan dengan cara merusak sofware yang memproses data perusahaan

ü  Data

  • Adalah penipuan komputer yang dapat diawali dengan mengubah atau merusak file data perusahaan atau menyalin, menggunakan, mencari file-file data tersebut tanpa otorisasi.

ü  Output

  • Adalah penipuan komputer yang dapat dilakukan dengan cara mencuri atau menyalahgunakan output sisstem yang biasanya ditampilkan pada layar atau dicetak di kertas.
  1. 8.      Apa yang dimaksud dengan virus?

Adalah segmen dari kode pelaksana yang meletakkan dirinya pada software.

  1. 9.      Sebutkan 5 teknik penyalahgunaan komputer?

ü  Kuda troya (trojan horse)

ü  Tehnik pembulatan kebawah

ü  Tekhnik salami

ü  Pintu jebakan atau pintu belakang

ü  Serangan cepat

  1. 10.  Bagaimana cara – cara untuk membuat penipuan komputer lebih jarang terjadi?

ü  Menggunakan cara-cara yang benar dalam mempekerjakan dan memecat pegawai.

ü  Mengatur para pegawai yang merasa tidak puas.

ü  Melatih para pegawai mengenai standart keamanan dan pencegahan terhadap penipuan.

ü  Mengolah dan menelusuri lisensi software

ü  Meminta menandatangai perjanjian kerahasiaan kerja

Link Tugas 8 – Klik Disini

Hello world!

Welcome to Web Blog Mahasiswa Universitas Narotama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!